Dalam rangka mendukung kesejahteraan mahasiswa, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) melalui Career and Student Development Unit (CSDU) kembali menjalankan program Mood Booster selama periode Ujian Akhir Semester (UAS) semester genap tahun ajaran 2025/2026. Program ini diwujudkan dengan menyediakan sarapan gratis bagi mahasiswa selama UAS. FEB UGM menyediakan 150 porsi makanan dengan berbagai varian menu setiap harinya mulai Senin, 2 Juni 2025 hingga Jumat, 13 Juni 2025.
Berita CSDU
Dengan semakin meningkatnya persaingan di dunia kerja, perusahaan kini tidak lagi hanya menilai pelamar dari nilai akademik atau daftar riwayat hidup (CV) semata. Banyak perusahaan mulai melihat bagaimana personal branding seseorang, baik melalui jejak digital di internet maupun reputasi di lingkungan sekitar. Bagi mahasiswa, memiliki personal branding yang kuat merupakan nilai tambah yang signifikan.
Career Consultant, Maya Septriana menyebutkan personal branding bukan sekadar alat untuk membuat seseorang terlihat menonjol, tetapi juga untuk membangun kepercayaan, kredibilitas, dan membuka jalan menuju peluang karir yang lebih luas. Namun, sebelum membangun personal branding, penting bagi seseorang untuk terlebih dahulu memahami dirinya sendiri.
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) kembali menyelenggarakan Entrepreneurship Expo dan Talkshow dengan mengusung tema “Sparking Innovation, Creating Impact.” Acara ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menampilkan ide bisnis mereka sekaligus berkompetisi dalam suasana inovatif dan kolaboratif. Dari 50 stan yang ditampilkan, terdiri dari 38 tim mahasiswa dan 12 UMKM mitra binaan FEB UGM, tiga tim berhasil mencuri perhatian juri dan meraih gelar juara dalam kompetisi ide bisnis.
Tim mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM berhasil meraih Juara 3 dalam kompetisi essai nasional Clash of University 2025, yang diselenggarakan oleh Departemen Keilmuan dan Pengembangan Karir BEM FEB UPN Veteran Yogyakarta pada 8 Juni 2025 di kampus setempat. Tim mahasiswa FEB UGM yang tergabung dalam tim Urip Golek Makna beranggotakan dua mahasiswa Manajemen angkatan 2024 yaitu Azzumaraa Akmalia dan Sovalia Intan Asri.
Azzumaraa menjelaskan bahwa kompetisi ini diikuti oleh 38 tim dari berbagai universitas di Indonesia. Dalam kompetisi tersebut seluruh tim diminta untuk mengirimkan esai dengan tema “Next-Gen Economy: Peran Mahasiswa dalam Disrupsi Digital dan Ekonomi Masa Depan”. Selanjutnya, lima tim terbaik berhak melaju ke babak final untuk memaparkan gagasan esai yang diajukan. Tim tersebut berasal dari Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjadjaran, Universitas Pertamina, dan UPN Veteran Yogyakarta.
Di balik unggahan prestasi, senyum saat rapat organisasi, dan obrolan santai di kantin, bisa jadi ada seseorang yang sangat lelah menjalani hidupnya. Bukan lelah fisik semata, tapi lelah karena terus merasa harus terlihat baik-baik saja. Kita, sebagai mahasiswa, seringkali terbiasa menyembunyikan tekanan dalam diam, tetap tampil tenang di permukaan, meski sebenarnya sedang kewalahan. Fenomena inilah yang dikenal sebagai Duck Syndrome.
Ibarat seekor bebek yang tampak mengapung anggun di permukaan air, padahal di bawahnya kakinya sedang mendayung panik, begitulah banyak dari kita menjalani kehidupan perkuliahan. Terlihat santai dan terkontrol, padahal sedang berusaha keras agar tidak “tenggelam” dalam tuntutan hidup akademik dan sosial. Duck syndrome atau floating duck syndrome adalah kondisi ketika seseorang tampak tenang dan baik-baik saja dari luar, padahal sebenarnya sedang berjuang keras secara mental dan emosional di balik layar (Travers, 2024). Istilah ini diibaratkan seperti bebek yang terlihat tenang di permukaan air, tapi kakinya mengayuh cepat di bawahnya. Awalnya, istilah ini digunakan untuk menggambarkan fenomena di kalangan mahasiswa Stanford University. Namun, pada kenyataannya, kondisi serupa banyak dialami oleh mahasiswa di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, sebagai respons atas tekanan dalam menyeimbangkan tuntutan akademik, aktivitas nonakademik, dan kehidupan sosial (Riley, 2023).
Apa Itu Gaya Hidup Sehat dan Mengapa Kita Perlu Peduli?
Gaya hidup sehat merupakan pola hidup yang mendukung keseimbangan fisik, mental, dan sosial secara menyeluruh. WHO (1999) mendefinisikan gaya hidup sehat (healthy lifestyle) sebagai cara hidup yang bertujuan untuk menurunkan risiko penyakit serius dan kematian dini. Gaya hidup sehat berarti mempertahankan kondisi optimal tubuh dan pikiran melalui konsumsi makanan bergizi, aktivitas fisik rutin, istirahat cukup, pengelolaan stres, serta menjauhi kebiasaan buruk seperti merokok atau konsumsi alkohol berlebihan.
Di era kemajuan teknologi saat ini, penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi, muncul pula kontroversi, terutama terkait kehadiran Generative AI (Gen AI). Kehadiran Gen AI ini menuai kritik karena dianggap rawan disalahgunakan dan berpotensi melanggar etika. Namun disisi lain, Gen AI bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat, termasuk bagi kalangan akademisi dan mahasiswa dengan penggunaan yang memperhatikan etika dan bertanggung jawab.
Dalam proses melamar pekerjaan, banyak fresh graduate yang masih mengalami kesulitan, terutama saat menyusun Curriculum Vitae (CV) dan menjalani wawancara kerja. Padahal, kedua tahapan ini merupakan komponen penting dalam proses rekrutmen yang dapat menentukan lolos tidaknya seseorang dalam mendapatkan pekerjaan. Menjawab tantangan ini, Career and Student Development Unit (CSDU) FEB UGM mengadakan webinar bertajuk “Ace your Job Search: CV Writing and Interview Hacks” pada Kamis, 17 April 2025, secara daring melalui Zoom Meeting.
FEB UGM berkomitmen kuat untuk mewujudkan ekosistem kampus yang inklusif dan ramah dan peduli terhadap kesehatan mental civitas akademiknya. Berbagi inisiatif dikembangkan oleh FEB UGM melalui Career and Student Development (CSDU) FEB UGM untuk meningkatkan kesejahteraan mental, termasuk bagi mahasiswa. Inisiatif tersebut salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan program Berlayar (Bercerita Melalui Layar): Screening Film dan Dialog Bermakna yang bekerjasama dengan The Equity Initiative Funding, Yayasan Rumpun Nurani, serta Lembaga Advokasi Keluarga Indonesia, Jum’at (25/4/2025) di Ruang Audio Visual FEB UGM.
Tim Jaya Consulting dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB UGM) berhasil meraih predikat 1st Runner Up dalam ajang HSBC Indonesia Business Case Competition 2025 yang diselenggarakan di Jakarta pada 26-29 April 2025. Tim Jaya Consulting terdiri dari empat mahasiswa Program Studi Manajemen 2022, yaitu Vittorio Valero Salim, Michael Handoyo, Risang Mar’atun Sholihah, dan Darwin Tandjo, dengan dosen pembimbing Azellia Alma Shafira, S.E., M.Sc.
HSBC Indonesia Business Case Competition merupakan kompetisi bisnis tahunan bergengsi di Indonesia yang diselenggarakan oleh PT Bank HSBC Indonesia bekerja sama dengan Putera Sampoerna Foundation. Pada tahun ini, kompetisi diikuti oleh 24 tim dari berbagai universitas ternama di Indonesia.