Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada mahasiswa program Sarjana (S1) reguler yang putus kuliah akibat kendala finansial. Komitmen ini ditegaskan menyusul tidak terpenuhinya kuota Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) tahun 2025 bagi sebagian pelamar akibat pengurangan kuota dari pemerintah.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEB UGM, Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D., menyampaikan bahwa dari total 60 mahasiswa pelamar KIP-K angkatan 2025, sebanyak 49 mahasiswa dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa KIP-K. Sementara 11 mahasiswa belum memperoleh kuota dari pemerintah.
